Category Archives: Uncategorized

Paket umroh plus Aqso

Paket Umroh Plus Aqso adalah  paket perjalanan  yang akan mengajak Anda Menunjungi bumi para nabi palestina.Mengapa perlu ke Al Aqso? Karena Masjid Al Aqso merupakan kiblat pertama umat islam sebelum Masjidil Haram sekarang ini.

Masjid Al Aqso juga menjadi saksi perjalanan peristiwa Isro Mi’rojnya Nabi Muhammad SAW. Sekilas mengingatkan akan pelajaran agama kita waktu SD, Isro merupakan perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqso. Kemudian melanjutkan perjalanan dari Masjidil Aqso ke Sidrotul Muntaha dalam satu malam saja untuk menerima wahyu Sholat Wajib 5 waktu sehari semalam langsung dari Allah SWT.
paket umroh plus aqsoKilas balik sejarah tersebut akan begitu terasa apabila Anda mengikuti Paket Murah Umroh Plus Aqso dari kami.Sungguh luar biasa jika anda bisa melaksanakan sholat di masjid tersebut Rasulullah SAW bersabda ” Siapa saja umat Beliau yang bisa sholat di Masjidil Aqso, maka Alloh akan memasikkaknya kedalam syurga” sungguh balasan yang luar bisa

Paket Murah Umroh Plus Aqso diselenggarakan untuk lebih megetuk hati kaum muslimin akan saudaranya yang masih tertindas oleh zionist israel. Anda akan mengetahu lebih dekat tentang kondisi saudara-saudara muslim di Palestina yang masih menderita akibat penjajahan yang panjang.

Untuk lebih mengetahui detail perjalanan Paket  Murah Umroh Plus Aqso ini, berikut kami sertakan itenerary nya adalah sebagi berikut :

Hari Ke 1 : JAKARTA – AMMAN
Jamaah umroh diharapkan sudah berkumpul di Hotel Transit terminal 2D bandara internasional Soekarno Hatta, 4 jam sebelum keberangkatan pesawat. Jamaah akan mengikuti pemantapan manasik sebelum berangkat ini.

Hari Ke-2 : AMMAN – JERUSSALEM
Setelah tiba di AMMAN, check in hotel kemudian istirahat. Paginya, melaui jalur darat melewati Jordania dan Israel. City Tour akan diajak mengunjungi Dome Ofrocek, Masjidil Aqso, Qubah Hijau, Betlehem. Jamaah juga berkesempatan menunaikan sholat di Masji Al Aqso. Check in hotel dan menginap di Jerussalem.

Hari Ke-3  : JERUSSALEM – AMMAN
Mendirikan Qiyamul Lail, Subuh berjamaah, Tilawah Al Qur’an, serta ibadah lainnya di Masjidil Aqso. Setelah makan pagi, di hotel jamah akan diajak lagi City Tour di Kota Jerussalem kemudian ke Amman lewat jalur darat.

Hari Ke-4 : AMMAN – JEDDAH – MADINAH
Jamaah Paket Murah Umroh Plus Aqso setelah sarapan pagi akan melanjutkan perjalanan ke Madinah.

Hari Ke-5  : MADINAH
Melaksanakan Tahajud, Tilawah Qur’an, Dzikrullah serta ibadah lainnya di Masjid Nabawi. Jamaah juga akan diajak berziarah ke Raudah yaitu tempat makamnya Rosulullah SAW serta  sahabat beliau yaitu Abu Bakar Ra dan Umar Ibn Khattab Ra.

Hari Ke-6  : MADINAH
Jamaah akan berkesmpatan kembali untuk menghidupakan malam dengan Sholat Tahajud, Tilawah Al Qur’an. Setelah sarapan pagi jamaah akan diajak ke Masjid Quba, Masjid Qiblatain, Kebun Kurma dan Jabal Uhud.

Hari Ke-7  : MADINAH – MAKKAH
Melaksanakan sunah-sunah Ihram, Mandi Ihram serta memaki wewangian da lain-lain. Setelah Sholat Zuhur, akan menuju Bir Ali, untuk melaksanakan Miqat. Prosesi ibadah umroh, Miqat, Tawaf  dan Tahalul.

Hari Ke-8  : MAKKAH
Mendirikan Qiyamul Lail, Tilawah Qur’an, serta ibadah lainnya. Dihari yang kedelapan ini, jamaah diberikan hari bebas.

Hari Ke- 9 : MAKKAH
Jamaah Paket Murah Umroh Plus Aqso kembali berkesempatan menghidupkan malam dengan Qiyamul Lail, Tilawah Qur’an,Dzikrullah di Masjidiul Haram. Paginya, jamaah akan berziarah ke Padang Arafah, Jabal Rahmah, Jabal Tsur, Jabal Nur.

Hari Ke-10  :  MAKKAH
Memperbanyak sholat malam, Tadabbur Qur’an serta ibadah lainnya. Besoknya adalah acara bebas bagi jamaah untuk berbelanja dan jalan-jalan.

Hari Ke-11 : MAKKAH – JEDDAH
Di hari kesebelas ini, Jamaah Paket Murah Umroh Plus Aqso akan diajak jalan-jalan di seputar kota Makkah.

Hari Ke-12 : JAKARTA
Tiba di jakarta dengan selamat. Insya Alloh.

3 Komentar

Filed under Uncategorized

Kenapa harus memilih biro travel umroh yang berizin ?

Memilih Biro Travel Umroh Yang Berizin – Kenapa harus memilih biro travel umroh yang berizin ? akhir-akhir ini  melihat banyaknya jemaah umroh yang terlantar di kota makkah  akibat kurang berhati-hatinya dalam memilih travel umroh yang berizin mereka harus menanggung akibatnya terlantar di kota makah .

Mengapa Jemaah Biro Travel Umroh tersebut terlantar?

Salah satu penyebab terlantarnya jamaah umroh adalah masalah perubahan penerbangan dan jadwal keberangkatan. Jadwal penerbangan yang tidak pasti membuat jamaah umroh yang berjumlah ratusan orang harus mengalami ketelantaran di beberapa tempat. Yang paling tidak mengenakkan adalah mereka, para jamaah umroh, terlantar saat sedang melaksanakan ibadah umroh di mekah.

Biro Travel apa Yang menelantarkan para jamaah umroh?

memilih travel umroh yang berizin Umumnya, Biro travel yang menelantarkan ratusan jamaah umrah tersebut adalah para penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang tidak mengantongi izin dari depag. Seperti yang sudah diketahui, ada 840 orang lebih terlantar saat mereka sedang  melaksanakan ibadah umrah di Mekah. Penyebab terlantarnya mereka adalah jadual keberangkatan yang tidak pasti dan ketidak layakan akomodasi yang didapat oleh jamaah umroh saat mereka berada di Arab Saudi. Terkait  masalah  ini, Kementerian Agama (Kemenag) sudah menindak lanjuti permasalahan ini dengan memanggil para penyelenggara umrah yang ternyata tidak memiliki izin menyelenggarakan perjalanan umroh tersebut. Pemanggilan ini dilakukan agar penyelenggara perjalanan umroh yang telah melakukan tindakan yang kurang menyenangkan ini untuk bisa dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya. Pihak Kemenag mengaku telah melakukan koordinasi dengan pihak kanwil kemenag dan kedubes-kedubes di luar negeri untuk mengidentifikasi masalah jamaah umrah di dalam dan luar negeri. Selain itu, mereka juga mengimbau pada masyarakat agar menggunakan travel-travel umroh resmi yang dapat diakses dari situs kemenag, yakni http://www.kemenag.go.id. Atas permasalahan yang sering terjadi dari tahun ke tahun ini, pihak Kemenag menyatakan akan menindak dan mencabut izin PPIU yang terbukti melanggar ketentuan.

Kenapa Harus Memilih Biro Travel Umroh Yang Sudah Berizin?

Jawabannya adalah sangat penting. Karena biro travel umroh yang sudah memiliki izin dari kemenag biasanya menyelenggarakan perjalanan umroh atau haji berdasarkan prosedur-prosedur yang sudah ditentukan oleh pemerintah (baca: kemenag). Setiap tahunnya pihak kemenag melakukan beberapa pengawasan-pengawasan terhadap travel haji dan umrah berizin. Beberapa pengawasan tersebut di antaranya, pemantauan rencana kerja biro travel, pemantauan perjanjian pelayanan haji dan umrah antara pengelola travel dan jamaah, pendataan travel haji umrah sebelum penyelenggaraan operasional ibadah haji dan pemanggilan semua travel yang terdaftar untuk evaluasi pasca penyelenggaraan operasional ibadah haji. Insya Allah, melalui pengawasan yang ketat dan berkala ini, travel umroh yang terdaftar amanah dan bertanggung jawab serta siap dalam menyelenggarakan perjalanan umroh dan haji.

Harapan kedepannya, Semoga kejadian terlantarnya para jamaah umroh tidak terulang lagi. Sebelum melakukan pendaftaran umroh, hendaknya calon jamaah umroh sudah memastikan bahwa travel umroh yang dipilih adalah travel umroh yang sudah memiliki izin dari kemenag, bukan biro penyelenggara perjalanan umroh abal-abalan alias tidak mengantongi surat izin. Surat perizinan menyelenggarakan perjalanan umroh bisa dilihat di website Depag atau bisa bertanya langsung ke travel yang bersangkutan.  sumber (http://www.wisataumrahhaji.com/2013/03/Pentingnya-Memilih-Biro-Travel-Umroh-Yang-Berizin.html)

Dimana saya bisa mendapatkan biro trvel umroh yang berizin ?

Gak usah bingung untuk mencari biro travel umroh yang berizin karena kami siap melayani anda hubungi aja kami di sini  .

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Daftar Paket Umroh plus bareng Artis

paket umroh plus bareng artisSidang pembaca sekalian pada kesempatan kali ini hajiumrohplus akan memberiakn sedikit informasi daftar paket umroh plus di Rahmtan Lli alamin di karnakan Daftar antrian haji plus yang panjang sampai dengan 2017 dan mesti menunggu bertahu-tahun membuat sebagian jamaah haji indonesia melakukan ibadah umroh terlebih dahulu, setelah daftar bisa langsung berangkat ke tanah suci makkah juga sambil berwisata ke negeri-negeri muslim atau tour wisata muslim, saat ini banyak sekali paket umroh plus yang ditawarkan oleh travelumorh , termasuk Rahmatan lil alamin ini.

Berikut paket umroh yang paling diminati :

paket Umroh plus Turki
paket Umroh plus Dubai
paket Umroh plus Mesir
paket Umroh Plus Yordan
paket Umroh Plus Eropa
paket Umroh plus Cina
paket Umroh plus Aqso Palestine
paket Umroh Ramadhan

Paket Umroh plus bareng artis

Ada pula paket umroh bersama ustadz dan unstadzah kondang seperti bersama mamah dedeh, ust Jeffry, ust Fikri Zaenidin MZ,(putra KH Zaenudin MZ Alm), ustz.Umi Qurrota A’yunin, dan ada juga ada paket umroh plus bersama artis ibukota seperti che-che kirani, fatimah vocie, daiah lulu, dan lain sebagainya Bagai mana anda tertarik menu paket umroh plus bersama kami ? atau mungkin anda mau paket umroh plus yang lebih ekonomis ? untuk sekedar informasi kami juga membuka paket umroh reguler dan paket umroh hemat dengan harga murah tapi pelayanannya tidak murahan untuk informasi lebih lanjut anda bisa hubungin kami : Travel haji dan umroh Rahmatan Lil Alamin

Divisi marketing
Zaenal abidin
Telpon :
021-8334-2656/021-8265-0736
Fax :
021-8265-0736
Mobile:
+62852-8032-8136
Email:
travelprimasaidah@Gmail.com

Demikianlah beberapa sajian Paket umroh plus dari kami anda tertarik ?

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Cara daftar haji secara online

Cara daftar haji anda akan semakin dipermudah dengan fasilitas internet. Salah satu hal yang menarik saat ini adalah internet. Melalui media ini aktivitas anda semakin dipermudah karena layanannya yang cepat dan tidak mengenal waktu serta tempat. Kali ini internet menolong jamaah haji Indonesia yang kesulitan dengan servisnya berupa cara daftar haji online. Berbagai kesulitan tersebut biasanya disebabkan oleh terbatasnya waktu dan berbagai macam urusan kesibukan lainnya.

Kemudahan bertransaksi jelas menjadi salah satu tawaran cara daftar haji secara online. Anda tidak perlu lagi kesana-kemari hanya untuk mendaftarkan diri anda kedalam kuota jamaah haji. Dengan media internet semua menjadi mudah dan lebih terorganisasi. Lalu bagaimana caranya?, berikut akan saya jelaskan secara singkat.

Tahap pertama carilah situs travel haji dan umroh  yang menyediakan cara daftar haji secara online. Kemudian temukan formulir pendaftaran yang ada di dalam halaman tersebut. formulir ini layaknya sebuah form email yang harus anda isi dengan sebenar-benarnya. Setelah itu, anda akan diminta untuk menscan beberapa data seperti, KTP, Kartu Keluarga (KK), Surat Nikah, Pasport, dan Pas Photo. Hasil scan akan dikirim ke e-mail resmi travel online tersebut.

Cara daftar haji secara online memang sangat singkat dan begitulah adanya. Namun ini adalah dunia online, sebuah dunia yang tidak bertatap muka, dan bersentuh tangan. Penipuan sangat beresiko terjadi. untuk menghindarinya, anda bisa mengecek apakah situs mereka professional, apakah banyak testimonial pelanggan, atau rekomendasi dari orang-orang yang anda kenal. Jika ya, maka anda siap untuk melibatkan diri ke dalam cara daftar haji secara online.
Jika anda tertarik untuk berangkat ibadah haji atau Umroh anda bisa Menghubungi kami di travel haji umroh primasaidah “rahmatalilalamin”

atau juga bisa menghubungi :
Zaenal Abidin 
Tel   :021- 8334-26562 / 021-8265.0736 / 
Mobile:0852-80328136 /
gedung PT happy Prima Wisata 
Atau ke kantor kami
PT Happy Prima Wisata 
Gedung Twink Jl Kap Tendean 82 Jakarta Selatan

 

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

ibadah Haji merupakan momentum perubahan diri

tatacara ziarah ke mesjid nabawi

Travel haji umrah kali ini akan sharing artikel berjudul Haji, Momentum Perbaikan Diri yang bersumber dari muslim.or.id. ONH haji plus, ibadah  haji merupakan madrasah yang dipenuhi berkah, media pembelajaran untuk melatih jiwa, menyucikan hati, dan memperkuat iman. Kaum muslimin akan menjumpai berbagai pelajaran dan faedah yang terkait dengan akidah, ibadah, dan akhlak di tengah-tengah pelaksanaan haji mereka.

Dapat dipastikan, bahwa ibadah haji merupakan madrasah pendidikan keimanan dimana lulusannya adalah para hamba-Nya yang beriman dan bertakwa, mereka yang mereguk manfaat dari ibadah tersebut adalah para hamba Allah yang diberi taufik oleh-Nya. Allah ta’ala berfirman,

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ (٢٧)لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ (٢٨)

“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka …” (Al Hajj: 27-28).

Berbagai manfaat, faedah, dan pelajaran berharga yang terdapat dalam ibadah haji tidak mungkin untuk dihitung, karena sebagaimana di dalam ayat di atas, Allah berfirman dengan kata “مَنَافِعَ” yang merupakan bentuk plural dari kata “منفعة” yang disebutkan secara indefinitif (nakirah) sehingga mengisyaratkan betapa banyak dan beragam manfaat yang akan diperoleh dari ibadah haji.

Tujuan ibadah haji ini adalah agar berbagai manfaat tersebut diperoleh oleh mereka yang melaksanakannya, karena huruf lam pada firman-Nya “لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ” berfungsi untuk menerangkan alasan yang terkait dengan firman-Nya yang sebelumnya, yaitu ayat “وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ”, sehingga redaksi ayat tersebut bermakna, “(Wahai Muhammad), jika engkau menyeru mereka untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu, baik dengan berjalan kaki dan berkendara untuk memperoleh berbagai manfaat haji.”

Oleh karena itu, mereka yang diberi taufik untuk melaksanakan ibadah ini hendaklah bersemangat dengan sungguh-sungguh untuk memperoleh manfaat tersebut, di samping dirinya akan memperoleh pahala yang besar dan pengampunan dosa dari Allah ta’ala. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ حَجَّ هَذَا الْبَيْتَ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

“Barangsiapa yang berhaji di rumah ini, kemudian tidak berbuat keji dan maksiat, niscaya dia akan kembali dalam kondisi seperti tatkala dirinya dilahirkan oleh ibunya (tidak memiliko dosa apapun).”[

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ

“Laksanakanlah haji dan umrah, karena keduanya menghapus kefakiran dan dosa sebagaimana api menghilangkan karat dari besi.”

Tentunya, seorang yang memperoleh keuntungan ini kembali ke negaranya dengan kondisi yang suci, jiwa yang bersih, dan kehidupan baru yang dipenuhi dengan cahaya iman dan takwa, penuh dengan kebaikan, keshalihan, serta berkomitmen dan konsisten menjalankan ketaatan kepada Allah ta’ala.

Ulama telah menyebutkan bahwa apabila keshalihan dan kesucian jiwa ini terdapat dalam diri hamba, maka hal tersebut merupakan tanda bahwa Allah telah ridha kepadanya dan ciri bahwa amalannya telah diterima oleh-Nya. Apabila kondisi seorang yang telah melaksanakan haji menjadi baik, dengan berpindah dari kondisi yang buruk menjadi baik, atau dari kondisi baik menjadi lebih baik, maka hal ini merupakan tanda bahwa hajinya bermanfaat, karena balasan dari suatu kebaikan adalah tumbuhnya kebaikan sesudah kebaikan yang pertama sebagaimana firman Allah ta’ala,

هَلْ جَزَاءُ الإحْسَانِ إِلا الإحْسَانُ (٦٠)

“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” (Ar Rahman: 60).

Dengan demikian, barangsiapa yang melaksanakan ibadah haji dengan baik dan bersungguh-sungguh menyempurnakannya, serta menjauhi berbagai hal yang mampu membatalkan dan mengurangi pahala berhaji, tentulah dia akan keluar dari madrasah tersebut dengan kondisi yang lebih baik.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

“Tiada balasan bagi haji mabrur melainkan surga.”

Tentu setiap orang yang berhaji ingin dan berharap ibadah haji yang dikerjakannya menjadi haji yang mabrur dan segala upaya yang dikerahkannya mendapat pahala dan diterima di sisi-Nya. Tanda yang jelas bahwa ibadah haji yang dikerjakan mabrur dan diterima adalah ibadah haji tersebut  dilaksanakan ikhlas mengharap Wajah Allah ta’ala dan sesuai dengan tuntunan rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kedua syarat ini merupakan syarat mutlak agar suatu amal ibadah diterima di sisi-Nya, di samping itu (keduanya harus ditunjang dengan tanda yang lain, yaitu) kondisi seorang yang berhaji menjadi lebih baik daripada sebelumnya.

Dengan demikian terdapat dua tanda yang menjadi ciri bahwa ibadah haji yang dikerjakan diterima di sisi-Nya. Pertama, tanda yang terdapat di tengah-tengah pelaksanaan ibadah haji, yaitu orang yang berhaji melaksanakannya dengan ikhlas dan sesuai dengan tuntunan rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kedua, tanda yang muncul setelah ibadah haji dikerjakan, yaitu tumbuhnya keshalihan pada diri orang yang telah berhaji, yang ditandai dengan bertambahnya ketaatan dan semakin jauhnya dia dari kemaksiatan dan dosa. Dia memulai kehidupan yang baik, kehidupan yang dipenuhi dengan keshalihan dan istiqamah.

Patut diperhatikan bahwa seorang muslim tidak boleh memastikan bahwa amalnya telah diterima oleh Allah, meski dia telah mengerjakannya dengan sebaik mungkin. Allah ta’ala telah menjelaskan kondisi orang-orang yang memiliki keimanan yang sempurna perihal amal ketaatan yang mereka kerjakan untuk mendekatkan diri kepada-Nya,

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ (٦٠)

“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.” (Al Mukminun: 60).

Maksud dari ayat di atas adalah mereka telah mengerjakan ibadah yang diperintahkan kepada mereka berupa shalat, zakat, puasa ,haji dan selainnya, namun mereka merasa takut tatkala amalan tersebut dihadapkan kepada Allah dan tatkala mereka berdiri di hadapan Allah, ternyata amalan tersebut tidak mampu menyelamatkan dan ketaatan yang telah dilakukan tidak diterima oleh-Nya.

Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnad-nya dari Ummul Mukminin, ‘Aisyah rdah, bahwa dia berkata,

“Aku berkata kepada rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai firman Allah (yang artinya), “Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut “, “Apakah yang dimaksud adalah pria yang berzina dan meminum khamr?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak, wahai putrid Abu Bakr” atau “Tidak, wahai putrid Ash Shiddiq, akan tetapi dia adalah pria yang berpuasa, shalat, dan bersedekah, akan tetapi dia takut amalannya tersebut tidak diterima oleh Allah ta’ala.”

Al Hasan Al Bashri rahimahullah mengatakan,

إن المؤمن جمع إحسانا وشفقة ، وإن المنافق جمع إساءة وأمنا

“Sesungguhnya seorang mukmin mengumpulkan amal kebaikan dan rasa takut sedangkan seorang munafik menggabungkan amal keburukan dan rasa aman.”[5]

Telah menjadi kebiasaan kaum mukminin sejak dahulu hingga saat ini tatkala selesai melaksanakan ibadah ini mereka saling mengucapkan, “Taqabbalallahu minna wa minkum.” Mereka semua mengharapkan amalan mereka diterima.[6] Allah pun telah menyebutkan dalam kitab-Nya yang mulia bahwa nabi Ibrahim dan anaknya Isma’il a.s., tatkala mereka berdua selesai mengerjakan pndasi Ka’bah, keduanya berdo’a kepada-Nya  dengan ucapan

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (١٢٧)

“Ya Rabb kami, terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkau-lah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al Baqarah: 127).

Mereka tetap mengucapkannya, padahal mereka telah menunaikan sebuah amal shalih yang agung, meski demikian mereka memohon kepada Allah agar sudi menerima amal mereka berdua tersebut.

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Wuhaib ibnul Ward, bahwa ketika dia selesai membaca ayat ini, dirinya menangis, dan berkata,

يا خليل الرحمن، ترفع قوائم بيت الرحمن وأنت مُشْفق أن لا يتقبل منك

“Wahai kekasih Ar Rahman, engkau telah membangun pondasi rumah Ar Rahman, namun engkau masih saja takut amalan tersebut tidak diterima.”

Jika kondisi pemimpin kaum yang hanif dan teladan bagi kaum yang bertauhid sedemikian rupa, maka bagaimanakah kiranya kondisi yang harus dimiliki oleh orang yang derajatnya di bawah beliau?

Kami memohon kepada Allah agar menerima seluruh amalan kaum muslimin, memberikan taufik dan hidayah kepada kita, menetapkan keselamatan dan perlindungan bagi mereka yang ber ibadah haji, menerima amalan shalih kita, dan memberi petunjuk kepada kita semua agar menempuh jalan yang lurus.

Diterjemahkan dari Al Hajju wa Tahdzib an Nufus, Syaikh ‘Abdurrazaq al Badr.

Penerjemah: Muhammad Nur Ichwan Muslim

Sumber Artikel http://www.muslim.or.id

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Pengertian Badal Haji (berhaji untuk orang lain)

Pada kesempatan kali ini hajiumrahplus akan sharing tentang badal haji atau juga di sebut haji untuk orang lain.Badal Haji adalah sebuah istilah yang dikenal dalam fiqih Islam. Istilah yang lebih sering digunakan dalam kitab-kitab fiqih adalah al-hajju ‘anil ghair, yaitu berhaji untuk orang lain.
Dan pada kenyataannya memang seseorang benar-benar melakukan ibadah haji, namun dia meniatkan agar pahalanya diberikan kepada orang lain, baik yang masih hidup namun tidak mampu pergi maupun yang sudah wafat.

Tentunya tindakan ini bukan hal yang mengada-ada, tetapi berdasarkan praktek yang dikerjakan oleh para shahabat nabi dan direkomendasikan langsung oleh beliau SAW.

Dari Ibnu Abbas ra bahwa seorang wanita dari Juhainnah datang kepada Nabi SAW dan bertanya: Sesungguhnya ibuku nadzar untuk hajji, namun belum terlaksana sampai ia meninggal, apakah saya harus melakukah haji untuknya?” Rasulullah SAW menjawab, “Ya, bagaimana pendapatmu kalau ibumu mempunyai hutang, apakah kamu membayarnya? Bayarlah hutang Allah, karena hutang Allah lebih berhak untuk dibayar.” (HR Bukhari).
Hadits yang sahih ini menjelaskan bahwa seseorang boleh melakukan ibadah haji, namun bukan untuk dirinya melainkan untuk orang lain. Dalam hal ini untuk ibunya yang sudah meninggal dunia dan belum sempat melakukan ibadah haji.

Di dalam hadits yang lain, disebutkan ada seseorang yang berhaji untuk ayahnya. Kali ini ayahnya masih hidup, namun kondisinya tidak memungkinkan untuk melakukan ibadah haji. Maka orang itu mendatangi Rasulullah SAW untuk meminta fatwa.

Seorang wanita dari Khats`am bertanya, Ya Rasulullah, sesungguhnya Allah mewajibkan hamba-nya untuk pergi haji, namun ayahku seorang tua yang lemah yang tidak mampu tegak di atas kendaraannya, bolehkah aku pergi haji untuknya?Rasulullah SAW menjawab,  (HR Jamaah)
Pendapat Para Ulama
Dengan adanya dalil-dalil di atas, maka kebolehan melakukan haji untuk orang lain ini didukung oleh jumhur ulama. Di antaranya adalah Ibnul Mubarak, Al-Imam Asy-Syafi`i, Al-Imam Abu Hanifah dan Al-Imam Ahmad bin Hanbalrahimahumullah.

 Syarat Harus Sudah Haji

Al-hajju anil ghair mensyaratkan bahwa orang yang melakukan badal haji itu harus sudah menunaikan ibadah haji terlebih dahulu, karena itu merupakan kewaiban tiap muslim yang mampu. Setelah kewajibannya sudah tunai dilaksanakan, bolehlah dia melakukan haji sunnah atau pergi haji yang diniatkan untuk orang lain.
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah SAW mendengar seseorang bertalbiyah, “Labbaikallhumma ‘an Syubrumah.” Rasulullah SAW bertanya, “Siapakah Syubrumah?” Dia menjawab, “Saudara saya.” “Apakah kam sendiri sudah melaksanakan ibadah haji?” “Belum.” Rasulullah SAW bersabda, “Jadikan haji ini adalah haji untukmu terebih dahulu. Baru nanti (haji tahun depan) kamu boleh berhaji untuk Syubrumah.” (HR )

Dalam hal ini tidak disyaratkan harus orang tua sendiri atau bukan, juga tidak disyaratkan harus sama jenis kelaminnya. Juga tidak disyaratkan harus sudah meninggal.

Tentunya baik dan buruknya kualitas ibadah itu akan berpengaruh kepada nilai dan pahala disisi Allah SWT. Dan bila diniatkan haji itu untuk orang lain, tentu saja apa yang diterima oleh orang lain itu sesuai dengan amal yang dilakukannya.

Adapun amalan selama mengerjakan badal haji tapi di luar ritual ibadah haji, apakah otomatis disampaikan kepada yang diniatkan atau tidak, tentu kembali masalahnya kepada niat awalnya. Bila niatnya semata-mata membadalkan ibadah haji, maka yang sampai pahalanya semata-mata pahala ibadah haji saja. Sedangkan amalan lainnya di luar ibadah haji, maka tentu tidak sampai sebagaimana niatnya.

Sebaliknya, bila yang bersangkutan sejak awal berniat untuk melimpahkan pahala ibadah lainnya seperti baca Al-Quran, zikir, umrah dan lainnya kepada yang diniatkannya, ada pendapat yang mengatakan bisa tersampaikan.
demikian lah pengetian badal haji dari hajiumrahplus semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan bagi yang menulis menjadi pahala di akherat nanti amien
url Source : https://www.facebook.com/notes/travel-haji-plus-dan-umroh-indonesia/badal-haji/277686755628711

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Tatacara ziarah di mesjid nabawi hajiumrohplus

tatacara ziarah ke mesjid nabawi

assalamualaikum wr.wb sobat Hajiumrohplus semoga senantiasa diberikan kesehatan oleh allah SWT pada kesempatan hari ini Hajiumrohplus akan  sharing bagaiman sih tata cara Ziarah di Masjid Nabawi ?. Masjid Nabawi adalah situs sejarah yang sangat dimuliakan, kita tidak bisa berbuat seenaknya tatkala mengunjunginya. Adab atau tata krama saat berziarah ke makam Rasulullah SAW adalah:

1. Mandi;

2. Memakai wewangian;

3. Bertaubat dari segala dosa ketika sampai di Madinah;

4. Membaca shalawat kepada Nabi SAW dan berdoa;

5. Mengunjungi Masjid Nabawi dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT setelah membersihkan diri baik lahir maupun batin;

6. Memasuki komplek masjid dengan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid berikut:

Bismillaahi washshalaatu wassalaamu ‘ala rasuulillaah, a’uudzu billaahil ‘adziimi biwajhihil kariimi wa sulthaanihil qadiimi minasy syaithaanir rajiim, allaahummaf tah li abwaaba rahmatik.

“Dengan menyebut nama Allah, shalawat dan salam teruntuk Rasulullah. Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Besar, demi dzat-Nya yang mulia dan kekuasaan- Nya yang qadim dari setan yang terkutuk. Wahai Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku.”

7. Mengerjakan shalat tahiyatul masjid sebanyak dua rakaat dan shalat sunnah yang lain semampunya. Lebih utama jika kita melaksanakan shalat-shalat tersebut di ar-Raudhah asy-Syarifah. Rasulullah SAW bersabda, “Antara rumahku dan mimbarku terbentang sebuah taman surga.”;

8. Kembali berdoa demi kebaikan dunia dan akhirat;

9. Berjalan ke makam Rasulullah SAW dengan penuh kesopanan dan kekhusyukan serta mengikuti arahan petugas

demikian lah sedikit tentang tata cara zarah

di dalam masjid nabawi dari HajiumrohPlus semoga bermampaat dan menambah wawasan kita semua amien

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Lokasi Utama dalam Haji dan Umrah

Lokasi Utama Ibadah Haji dan Umroh

Bagi anda yang akan melaksanakan Ibadah Haji dan Umrah, atau hanya sekedar melaksanakan Manasik Haji saja, wajib hukumnya mengetahui tempat-tempat atau Lokasi Utama dalam Haji dan Umrah. karena tempat ini adalah tempat yang selalu dikunjungi dalam ibadah Haji dan juga merupakan sbuah lokasi yang menyimpan makna dan simbol tersendiri dalam ritual Haji yang dilaksanakan tiap tahunnya. oleh karena itu HajiumrohPlus dalam artikel ini akan mengupas tempat-tempat dan Lokasi Utama dalam Ibadah Haji danUmrah. Berikut ini Lokasi yang Harus dikunjungi setiap jamaah haji dan Umrah.

Makkah Al Mukaromah
Di kota Makkah Al-Mukaromah inilah terdapat Masjidil Haram yang didalamnya terdapat Ka’bah yang merupakan kiblat ibadah umat Islam sedunia. Dalam rangkaian perjalanan ibadah haji, Makkah menjadi tempat pembuka dan penutup ibadah haji.

Padang Arafah

Padang Arafah terdapat di sebelah timur Kota Makkah, terkenal sebagai lokasi pusatnya haji, yakni lokasi wukuf ditunaikan, yaitu saat tanggal 9 Zulhijah tiap tahunnya. Wilayah mempunyai bentuk padang luas ini termasuk lokasi berkumpulnya sekitar 2 juta jamaah haji dari seluruh dunia. Dengan kata lain arafah merupakan wilayah terbuka & luas di bagian timur luar kota suci umat Islam di Makkah, Arab Saudi. Di padang yang luas ini, pada satu hari (siang hari) tanggal 9 Dzulhijjah pada penanggalan Hijriyah berkumpullah lebih dari 2 juta umat Islam dari berbagai pelosok dunia untuk melakukan inti ibadah haji, ibadah Wukuf.  Di Padang Arafah juga terdapat Jabal Rahmah tempat pertama kali pertemuan Nabi Adam dan Hawa. Di luar musim haji, daerah ini tidak dipakai.

Muzdalifah
Lokasi di dekat Mina & Arafah, dikenal sebagai lokasi jamaah haji menjalankan Mabit & mengumpulkan bebatuan untuk menunaikan ibadah jumrah di Mina. Muzdalifah merupakan wilayah terbuka di antara Mekkah & Mina di Arab Saudi yang termasuk lokasi jamaah haji yang diperintahkan untuk singgah dan bermalam setelah bertolak dari Arafah. Muzdalifah ada di antara Mazamain Arafah & lembah Muhassir. Luas Muzdalifah yakni sekitar 12, 25 km², di sana ada rambu-rambu pembatas yang menandai batas awal & akhir Muzdalifah. Jamaah haji sesudah menunaikan wukuf di Arafah bergerak menuju Muzdalifah saat sesudah terbenamnya matahari. Di Muzdalifah jamaah haji menunaikan shalat Maghrib & Isya secara digabungkan & disingkat (jamak qashar) & bermalam di sana sampai waktu fajar. Di Muzdalifah jamaah haji mengumpulkan batu kerikil yang akan dipakai untuk melempar jumrah. Bermalam di Muzdalifah hukumnya wajib dalam haji. Maka siapa saja yang meninggalkannya diwajibkan untuk membayar dam. Disarankan untuk mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW; bermalam sampai memasuki waktu shalat Subuh, lalu berhenti sampai fajar berwarna kuning. Tapi buat orang-orang yang doif, seperti kaum hawa, orang-orang tua & yang seperti mereka, bisa meninggalkan Muzdalifah sesudah melewati tengah malam. Sesudah shalat Subuh, jamaah haji berangkat menuju ke Mina.Kota ini tidak jauh dari kota Mina dan Arafah Mota Muzdalifah merupakan tempat jamaah calon haji melakukan Mabit (bermalam) dan mengambil batu untuk melontar Jumroh di Kota Mina.
  Kota Mina

Kota Mina merupakan tempat berdirinya tugu (jumrah), yaitu tempat pelaksanaan melontarkan batu ke tugu (jumrah) sebagai simbolisasi tindakan nabi Ibrahim ketika mengusir setan. Disana terdapat tiga jumrah yaitu jumrah Aqabah, Jumrah Ula, dan Jumrah Wustha.

Madinah Munawwaroh
Ialah kota suci ke-2 kaum muslimin. Di lokasi inilah panutan umat Islam, Nabi Muhammad SAW dikebumikan di Masjid Nabawi. Lokasi ini sebenarnya tak masuk ke dalam ritual ibadah haji, tapi jamaah haji dari semua dunia biasanya menyempatkan diri berkunjung ke kota yang letaknya kurang lebih 330 km utara Makkah ini untuk berziarah dan menunaikan salat di masjidnya Nabi SAW.

Demikian sedikit pembahasan Hajiumrohplus mengenai Tempat dan Lokasi yang utama dan penting dalam pelaksanaan ibadah Haji dan Umrah. Trimakasih, semoga bermanfaat.

10 out of 10 based on 99 rating. 1 user reviews.

Tinggalkan komentar

Filed under Tips Haji, Uncategorized

Ini dia Pengertian Ibadah Haji

Pengertian dan perjalanan Ibadah Haji

Kali ini HajiUmrohPlus  akan menguraikan sedikit pembahasan mengenai Perjalanan Ibadah Haji. Apa alasannya,  tidak lain adalah karena tidak sedikit calon jamaah Haji bahkan orang yang sudah melaksanakan Haji sekalipun belum mengerti makna hakiki dari Ibadah Haji tersebut. oleh karena itu mari kita kupas sau persatu mengenai rukun islam yang kelima ini.

Haji secara estimologi (bahasa) berarti Kunjungan, Ziarah dan Perjalanan (Al Qasdu), sedangkan Haji menurut syara’ berarti Perjalanan menuju Baitul Haram dengan amal-amal yang khusus, Tempat-tempat tertentu yang dimaksud dalam definisi diatas adalah selain Ka’bah dan Mas’a (tempat sa’i), juga Padang Arafah (tempat wukuf), Muzdalifah (tempat mabit), dan Mina (tempat melontar jumroh) yang merupakan tempat-tempat penting dalam Ibadah Haji.
Haji Sebagai salah satu rukun Islam yang lima, menyimpan banyak makna dan simbol yang harus dipahami oleh setiap umat muslim, khususnya para calon jamaah Haji yang akan melaksanakannya.  Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan bagi kaum muslim yang mampu secara material, fisik, maupun keilmuan dengan berkunjung ke beberapa tempat di Arab Saudi dan melaksanakan beberapa kegiatan pada satu waktu yang telah ditentukan yaitu pada bulan Dzulhijjah.

Sedangkan yang dimaksud dengan waktu tertentu adalah bulan-bulan haji yaitu dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Amalan ibadah tertentu ialah thawaf, sa’i, wukuf, mazbit di Muzdalifah, melontar jumroh, dan mabit di Mina. Sehingga Ibadah Haji hanya dapat dilakukan sekali dalam setahun, berbeda dengan Umrah yang dapat dilakukan kapan saja.

Demikian sedikit penjelasan HajiUmrohPlus mengenai Pengertian Ibadah Haji. semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Daftar Biaya Paket Umroh reguler 2013

Daftar Biaya Paket Umroh reguler 2013-

Jadwal Paket Umrah Reguler 2013 | Biaya dan Harga Paket Umrah Reguler 2013.

Berikut ini Paket dan Jadwal biaya Umrah/Umroh Reguler 2013 :

Tanggal Keberangkatan
Quart
Triple
Double
13  Februari 2013
$ 1950
$ 2000 $ 2050
20  Februari  2013
27  Februari  2013
6    Maret    2013
13  Maret   2013
20 Maret    2013
 $ 1950
$ 1950
$  1950
$ 1950
$ 1950
$ 2000
$ 2000
$  2000
$  2000
$ 2000
$ 2050
$ 2050
$ 2050
$  2050
$ 2050
27 Maret 2013
$ 1950
$ 2000 $ 2050
03 April 2013
10 April 2013
17 April 2013
24 April 2013
01 Mei 2013
 $  1950
$ 1950
$ 1950
$1950
$ 1950
$ 2000
$ 2000
$  2000
$  2000
$ 2000
$ 2050
$ 2050
$ 2050
$  2050
$ 2050
08 Mei 2013
$ 1950
$ 2000 $ 2050
15 Mei 2013
22 Mei 2013
29 Mei 2013
05 Juni 2013
12 Juni 2013
$ 2050
$ 2050
$ 2050
$ 2050
$ 2050
$ 2100
$ 2100
$ 2100
$  2100
$ 2100
$ 2150
$ 2150
$ 2150
$  2150
$ 2150
19 Juni 2013
$ 1950
$ 2000 $ 2050
26 Juni 2013
03 Juli 2013
11 Juli 2013 (Awal Ramadhan)
25 Juli 2013 (pertengahan Puasa)
27 Juli 2013 (Akhir Ramadhan)
$ 2050
$ 2050
$ 2600
$ 2600
$ 3750
$ 2100
$ 2100
$ 2650
$  2650
$ 3800
$ 2150
$ 2150
$ 2700
$  2700
$ 3850

*NB=Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Keterangan:
Harga diatas belum termasuk:

  • Airport Tax + Handling: Rp 600.000,- (Jabodetabek) / Rp 700.000,- (Luar Jabodetabek)
  • Buku Kesehatan  Vaksinasi Maningitis Rp 300.000,-
  • Biaya Mahroh (utk wanita dibawah 45 tahun yg berangkat umroh tanpa mahrom): Rp 350.000,-
  • Kelebihan Bagasi (Max 30 Kg).
  • Biaya / Pengeluaran Pribadi seperti :
  • Laundry, Telephone, Extra Bill, Tips, dll.
  • Acara / Tour Tambahan di luar Program,

BIAYA TERMASUK :

  • Tiket Penerbangan pp kelas ekonomi,
  • Akomodasi Hotel,
  • Konsumsi 3 x Sehari,
  • Visa Umrah & Visa Egypt,
  • Transportasi & Ziarah,
  • Guide / Muthawwif,
  • Perlengkapan Umrah & zamzam @10ltr.

PERSYARATAN  UMRAH :
Passpor yang masih berlaku minimal 08 (Delapan) bulan
Pass Photo Berwarna – Background Putih – Tampak Wajah 80% (Ukuran 4×6 = 6 lembar)
KTP, Kartu Keluarga Asli & Surat Nikah Asli untuk Suami – Istri,
Akte Kelahiran / Ijazah Asli untuk anak / saudara

CATATAN :

  • PT.Happy Prima Wisata Primasaidah  Tour & Travel melayani Program Umrah Private (Family), Paket Pernikahan di Makkah Al Mukarramah dan Paket Ibadah lainnya.
  • Dokumen sudah kami terima paling lambat 1 (satu) bulan sebelum tanggal keberangkatan.
  • Tanpa mengurangi nilai Ibadah, Program sewaktu-waktu dapat berubah disesuaikan dengan kondisi Penerbangan.

Harga berlaku untuk keberangkatan minimal 15 orang, apabila jumlah kurang akan dikenakan biaya tambahan Sebesar USD 150 / pax

Akomodasi Hotel bintang *4
1.Al Salam An-Nakhell/ setaraf di mekah
2. Dallah Thaibah /Mubarok di madinah
3. Trident di jeddah

Biro Travel Penyelenggara Haji Umrah Primasaidah, Penyelenggara Haji dan Umroh resmi yang mendapat izin dari Kementrian Agama Republik Indonesia dan berpengalaman sejak tahun 1999

Info lebih lanjut hubungi :
Biro penyelenggara Haji dan Umroh PrimaSaidah

Gedung Twink Jl Kap Tendean 82 Jakarta Selatan
Telpon :021-8334-2656/021-8265-0736 |
Fax :021-8265-0736 |
Email:travelprimasaidah@Gmail.com

1 Komentar

Filed under Uncategorized