Biaya Haji dan Umroh Naik Kebijakan Yang Dibuat Saudi

Biaya Haji Dan Umroh naik, Kebijakan Saudi — Ustadz Dimas Cokro Pamungkas Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) mengatakan, peraturan baru Pemerintah Arab Saudi mengenai visa sekali masuk kepada semua pengunjung kecuali jamaah yang baru, yang belum pernah melakukan ibadah haji atau umrah pasti sangat berpengaruh pada pengelolaan haji dan umroh di Indonesia. Akibatnya, perusahaan travelpun pasti akan menaikkan biaya umroh atau haji kepada jamaah yang pernah menunaikan ibadah umroh.

Dimas menelaah peraturan visa baru yang dikeluarkan pemerintah Arab Saudi  akibat dari menurunnya harga minyak. Oleh sebab itu Arab Saudi berusaha memperkokoh pondasi perekonomiannya melalui jalur non migas, seperti dibidang haji dan umroh. Apalagi disaat ini pemerintah Arab Saudi juga tengah melakukan pembangunan besar-besaran mereka terhadap sarana dan prasarana pendukung umroh dan haji.

“Kita tak bisa melakukan apapun terhadap masalah visa juga segala peraturannya karena itu hak mereka yang punya negara. Kita sebagai tamu mau atau tidak mau mengikuti saja apa yang jadi peraturan tuan rumah,” paparnya.

Hal bijak yang bisa dilakukan mengenai kenaikan harga visa tersebut, ungkap Dimas, adalah meluruskan niat diri sebagai tamu Allah. Selain itu travel juga harus memberi pelayanan yang terbaik bagi para jamaahnya.

“Kita juga harus menghilangkan segala riya’, niat ingin dipuji, dianggap pintar agama, sehingga dengan modal terbatas tetap memaksakan naik haji,” jelasnya.

Visa Gratis

Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia menetapkan harga baru visa masuk ke negerinya itu. Visa haji untuk yang pertama kali menunaikan ibadah haji, ditanggung kerajaan atau gratis tanpa biaya. Namun bagi warga negara asing yang berhaji untuk yang ke 2 dan seturusnya, akan dikenakan biaya visa hingga 2.000 Saudi Riyal (SAR).

Keputusan kenaikan harga visa itu merupakan hasil dari sidang Kabinet Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia pada hari Senin (8/8/2016) lalu. Penetapan kenaikan harga baru ini diambil atas masukan Kementerian Keuangan serta Kementerian Ekornomi juga Perencanaan Saudi (Ministry of Finance and the Ministry of Economy and Planning), untuk meningkatkan pendapatan di luar sektor perminyakan.

Keputusan ini dibacakan Pangeran Mohammed bin Naif, di Istana Al-Salam, Jeddah. Dalam keputusan tersebut dirinci antara lain: Biaya visa sekali masuk atau one-time entry visa ditetapkan sebesar 2.000 Saudi Riyal (SAR) atau senilai Rp6.900.000,00.

Tinggalkan komentar

Filed under Biaya haji, Biaya Umrah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s